December 30, 2009

Karya Terbaru James Cameron Dalam Film Avatar

Avatar, Kembalinya Si Jenius Titanic 12 tahun ( dua belas tahun ) setelah ‘Titanic’ meraih sukses, James Cameron bangkit kembali dan mencari peruntungan yang membuatnya layak duduk sejajar bersama sineas Amerika lainnya. Ia memilih terjun ke genre fiksi sains (science fiction) yang membutuhkan banyak modal efek visual. Sepertinya, spesialiasasi dan peruntungan Cameron memang ada disini.

‘Avatar’ menjadi salah satu film yang paling dinantikan untuk menutup tahun ini. Siapa yang tak tertarik dengan film yang menyodorkan sekelompok tentara dengan efek visual, berbagai makhluk dari lain dunia, dengan setting abad 21 yang super canggih. Tangan dinginnya memang berpengalaman menciptakan sesuatu yang berbeda.
Hebatnya, seperti biasa, Cameron tidak menyadur karya atau membuat adaptasi dari hasil seni yang sudah ada. Hal ini sebagaimana ia lakukan dengan seri ‘Alien’ yang meroketkan nama aktris Sigourney Weaver dan semua seri ‘Terminator’, bahkan hingga serial, ‘Sarah Connor Chronicles’.

Menurut Cameron, Avatar sebenarnya sudah ada di dalam kepalanya sejak bertahun-tahun lalu. Hanya saja, belum ada teknologi yang bisa mendukung visualisasi yang 100% sempurna, seperti penggambarannya. Pria yang meraih penghargaan Sutradara Terbaik melalui ‘Titanic’ itu telah merampungkan berbagai karakter komputer grafis (CG) yang sempurna.

Film berdurasi 161 menit itu berkisah pada 2154, tiga dekade ketika sebuah perusahaan multinasional menciptakan kolono pertambangan di Planet Pandora yang jauh dari Bumi. Penduduk asli planet itu, Na’vi atau yang dijuluki monyet biru, memerangi manusia yang dianggap jahat.
Manusia dilengkapi dengan persenjataan lengkap dan semacam kostum robot yang membuat mereka bisa bergerak di planet itu. Berkisah mengenai seorang serdadu yang kehilangan kakinya, Jake Sully (Sam Worthington), yang harus belajar mengendalikan tubuh biologis campuran antara DNA manusia dan Na’vi. Inilah yang disebut dengan Avatar.

Sully bertugas menggali komunitas Na’vi dari dalam. Pasalnya, manusia berusaha menggali sebuah batu berharga, di mana tambang terbesarnya terletak persis di bawah perkampungan penduduk pribumi itu. Di perkampungan itu juga terletak sebuah pohon suci dengan seluruh catatan sejarah, ingatan, dan kebijakan Na’vi yang harus dilindungi.
Sully akhirnya dekat dengan seorang Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldana) yang mengajarinya untuk hidup di hutan, berbicara bahasa mereka, dan menghormati tradisi alam. Pada akhirnya mereka jatuh cinta. Sully mulai menyukai hidup seperti bangsa itu. Ia melupakan tugasnya semula untuk menggali makhluk berwarna biru itu.

Sekuat apapun Sully berusaha mencari jalan damai untuk kedua belah pihak, pimpinan manusia di planet itu, Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang), selalu merasa sebaliknya. Peperangan seluruh planet Pandora melawan manusia pun memenuhi sepertiga terakhir film ini. Senjata konvensional mereka harus berhadapan dengan misil dan peluru manusia yang canggih.

Seperti ketika ia menggambarkan tenggelamnya kapal raksasa Titanic, peperangan besar itu menjadi sangat hidup dan detil. Cameron seperti mempertimbangkan setiap hal dengan masak. Semua yang gugur, serangan demi serangan, bahkan para pengecut pun tergambar dengan jelas.

Tak sia-sia tahunan mengembangkannya sebab hasil yang ia peroleh sangat memuaskan. Penonton mempercayai bahwa ada tempat bernama Pandora. Penonton mau tak mau, ikut kecewa dengan keserakahan manusia menguasai planet lain tanpa mempedulikan atau berkompromi dengan pribumi.

Cameron mendapat bantuan sinematografi Mauro Fiore yang melelehkan semua elemen visual dan menjadikannya fiksi sains keren. Desain Rick Carter dan Robert Stromberg menambah harmonisasi visual ini, sehingga penonton tak lagi bisa membedakan kenyataan dengan CG.

Aksi bintang pendukung kawakan seperti Sam Worthington, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Michelle Rodriguez, hingga Giovanni Ribisi membuat Avatar makin dinantikan. Pertanyaan akhirnya, sanggupkah karya ini mendulang sukses besar ‘Titanic’ sebagai film paling laris sepanjang masa? [mdr]

Sumber :inilah.com





Seja o primeiro a comentar

Followers

  ©Tips Dan Informasi - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo