November 21, 2009

Film Kiamat 2012 Hanyalah Sebuah Peristiwa Badai Matahari


Film 2012 yang saat ini merupakan film terlaris sepanjang 2 minggu terakhir ini dan merupakan penomena perbincangan orang-orang di seluruh pelosok tanah air, dan menjadi pembahasan nasional terutama ada pro dan kontra dari Majelis Ulama Indoneia bahwa kiamat itu tediak seperti yang nampak pada film 2012.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ternyata telah meneliti ‘kiamat’ yang diramalkan pada 2012 sejak 1975. Benarkah ramalan kiamat itu akan terjadi?
Menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN, Bambang S Tedjasukmana fenomena yang akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012 sebenarnya bukanlah kiamat. Melainkan adalah badai Matahari.

Prediksi tersebut berdasarkan pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an. Dan di Indonesia telah dilakukan LAPAN sejak tahun 1975.

Menurutnya, badai Matahari itu akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari. Kedahsyatan ledakkan itu menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima yang telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Sedang CME, adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel-partikel berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik.

Gangguan cuaca Matahari itu ternyata dapat mempengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi. Selanjutnya, berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF).

Selain itu, dapat juga membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia, Seperti terganggunya magnet Bumi yang berdampak pada terganggunya alat pacu jantung.
Untuk mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, LAPAN telah membangun Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung. Objek yang dipantau antara lain lapisan Ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio.

Langkah antisipasi LAPAN yang juga telah dilakukan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari muncul badai antariksa ini. Yakni Dephan, TNI, Dephub, PLN, Depkominfo dan Pemerintah Daerah. Jadi, ramalan Suku Maya yang diangkat dalam film 2012 sebaiknya tidak perlu ditanggapi serius apalagi dipercayai.



Seja o primeiro a comentar

Followers

  ©Tips Dan Informasi - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo